Jadikan Sekolah sebagai Surga Bagi Peserta Didik

Mengintip Suasana SDN I Kuala Pembuang I Peraih Adiwiyata Nasional, Ada suasana yang beda ketika memasuki halaman SDN I Kuala Pembuang (KP) I yang merupakan satu-satunya sekolah yang lolos penilaian sebagai sekolah berwawasan lingkungan dan meraih piagam Adiwiyata Nasional.

Bagaimana suasana keasrian di sekolah tersebut berikut tulisannya.HENDRI EDITIA, Kuala Pembuang

Menjadi satu-satunya sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional sepertinya usaha yang tidak mudah untuk SDN I KP I. Bahkan dari sekian ratus sekolah yang ada di Seruyan bahkan Kalimantan Tengah, SD yang dipimpin oleh Hj Sri Herviana itu berhasil mengharumkan nama Kabupaten Seruyan ditingkat Nasional.

Kesuksesannya SDN I KP I meraih penghargaan Adiwiyata sepertinya patut ditiru oleh seluruh satuan pendidikan di Seruyan, karena di sekolah itu sangat berbeda jauh dengan kondisi sekolah lain pada umumnya. Misalkan dari lingkungan bahkan dalam menata ruangan membuat sekolah ini berbeda dan masuk kategori sekolah Adiwiyata berbasis lingkungan.

Dibalik kesuksesan tersebut, ternyata ada peran aktif pihak sekolah, para pelajar dengan banyak pihak. Berdasarkan keterangan Kepala SDN I KP I yakni Hj Sri Herviana banyak peran yang terlibat dalam membentuk karakter sekolah seperti saat ini, baik itu dari pihak sekolah, siswa bahkan wali murid yang juga membantu.

Sebelumnya lingkungan sekolah jauh dari kata asri, sekarang telah dibenahi menjadi lingkungan hijau dan menyejukkan mata yang memandangnya. Begitu juga dengan siswa, mereka sudah mulai peduli dengan lingkungan. Kesadaran akan kebersihan sudah mulai terlihat. tanpa disuruh mereka segera membersihkan sampah yang terlihat tidak pada tempatnya.

Berbagai tanaman hias dan pepohonan terlihat tertata rapi di lingkungan sekolah. Tak ada sudut yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman, sehingga mencerminkan suasana yang asri semakin terlihat di sekolah tersebut. “Kita memanfaatkan setiap sudut untuk taman dan ditanami tanaman hias. Juga tanaman bermanfaat untuk obat serta rempah-rempah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, komitmen untuk pembenahan lingkungan sekolah didasari untuk memberikan pelajaran yang berharga untuk anak didik mereka. Karena dengan terbiasa bersih dan kesadaran yang sangat tinggi siswa maka ketika mereka pulang kerumah tentunya kebiasaan itu akan diterapkan mereka.

Selain itu, dengan suasana lingkungan sekolah yang semakin baik, memacu siswa juga untuk lebih peduli dan termotivasi untuk mencapai prestasi sehingga sekolah tersebut semakin bertabur prestasi.

Tidak hanya itu, sejumlah siswa dibebaskan berkreasi disekolahnya. Misalnya di dalam ruangan, setiap minggu atau bulan kita persilakan mereka berkreasi seperti mendesain ruangan berbasis lingkungan dan juga susunan kursi belajar mereka yang tidak selalu menghadap ke depan papan tulis. “Kursi belajar mereka terkadang disusun miring dan berhadapan dengan teman-temannya,” kata Sri.

Selain itu, sejumlah fasilitas yang digunakan juga memanfaatkan hasil yang ada di areal sekolah, misalnya pewangi ruangan mereka atau siswa setiap ruangan menyusun sendiri bunga-bunga yang diletakkan disejumlah sudut sekolah, dan tidak kalah penting setiap ruangan wajib ada tong sampah dan air minum.

Tidak hanya itu, setiap siswa diwajibkan membawa peralatan makan sendiri, misalnya piring, gelas dan sendok, hal itu ditujukan untuk mengurangi sampah plastik di sekolah tersebut. Bahkan pupuk yang digunakan untuk tanaman di areal sekolah juga hasil dari sampah yang diolah melalui bank sampah mini yang ada di sekolah mereka. ”Jadi konsepnya sekolah Adiwiyata itu harus murah meriah dan memanfaatkan seluruh sudut untuk penghijauan dan yang lainnya,” pungkasnya. (***)

Sumber : http://sampit.prokal.co/read/news/6773-jadikan-sekolah-sebagai-surga-bagi-peserta-didik.html

Translate »